Menanam ulang pohon pisang dalam pot

Akhir-akhir ini gue merasa si pohon pisang, atau lebih tepatnya, si pohon pisang mini – Musa Dwarf Cavendish, pertumbuhannya itu entah kenapa lambat banget. Pohon pisang ini udah tinggal sama gue dari sekitar 1 tahun yang lalu, gue pikir emang tumbuhnya lama begitu. Sampe sekitar 3 bulan yang lalu, ketika gue abis misahin anaknya ke pot yang baru. Coba lihat fotonya berikut.

Kiri: anak pohon pisang. Kanan: ibu pohon pisang. Foto diambil di bulan Juli 2020.

Foto di atas diambil di bulan Juli 2020, sebelah kiri adalah anaknya yang udah gue pisahin, dan sebelah kanan adalah ibunya. Keliatannya oke-oke aja saat itu. Gue cuma berharap anaknya bisa tumbuh selamat karena ini baru pertama kalinya gue punya pohon pisang dan nyobain misahin anak/tunasnya. Sampe 3 bulan kemudian – alias bulan ini, Oktober 2020. Lihat fotonya berikut.

Kiri: anak pohon pisang. Kanan: ibu pohon pisang. Foto diambil di bulan Oktober 2020.

Seperti yang terlihat di foto di atas, dalam waktu 3 bulan anaknya bisa hampir nyusul tinggi ibunya. Whaaat? Jadi emang mungkin ibunya aja yang lama tumbuhnya? Apa bener begitu? Kok bisa begitu?

Yah, gue gatau jawaban pastinya. Tapi diagnosa gue sekarang adalah mungkin karena anaknya pindah ke tanah baru yang masih segar jadi bisa tumbuh subur. Sedangkan ibunya ini masih di tanah yang lama, waktu beli pertama kali udah gue pindahin dari pot aslinya tapi tanah lamanya masih ngikut di sekitar akar2nya yang gak gue pijat2 waktu gue pindahin ke pot terracotta ini. Jadi mungkin tanahnya sekarang udah kepadatan dan kurang subur. Yaudah, jadi, berdasarkan diagnosa ini, hari ini gue coba segarkan tanahnya deh.

Karena potnya ini pot terracotta atau pot tanah liat, jadi prosesnya agak sedikit ekstra dibadingkan kalo ngeluarin tanaman dari pot plastik. Soalnya tanahnya itu nempel di pot tanah liat begini. Jadi pertama (lihat gambar bawah no.1) , gue coba korek tanah yang paling pinggir yang nempel ke potnya pakai pisau. Sedikit demi sedikit gue sisihin kaya gini ke seluruh sisi dalam potnya. Gue coba keluarin setelah itu, kalau belum bisa, gue lanjutin lagi.

Foto proses penyegaran tanah pohon pisang dalam pot.

Setelah selesai nyisihin ke seluruh sisi dalam pot, gue pegang batang pohonnya sambil dibalikin posisi tanaman, terus digoyang-goyang. Gak berapa lama, keluar deh tanaman dari potnya (lihat gambar atas no.2). Nah proses selanjutnya ini penting, gue pijit2 tanahnya sampai akar2nya terurai (gambar atas no.3). Pijitnya mesti agak hati-hati supaya gak terlalu banyak yang rusak akarnya. Kemudian, di dalam potnya, gue bersihin secukupnya dari sisa2 tanah dan akar yang nempel di dalam pot. Terus gue isi tanah baru (keliatan di gambar ada karung ‘potgrond’) kira-kira 1/4 dari tinggi pot. Setelah itu gue taro lagi pohon pisangnya sebisa mungkin dengan rapi dan gue tambah lagi tanahnya di sisi-sisi tanamannya. Setelah dirapihkan, gue siram dengan air (gambar atas no.4) terus selesai deh.

Selesai disegarkan tanahnya.

Seperti yang dilihat di foto atas, gue juga potong-potongin daun yang udah menguning. Dan kalau kalian perhatikan, ada anak tunas yang masih kecil banget yang gue cabut dan pindahin ke pot kecil baru. Tapi ini gue agak ragu sih soalnya itu anaknya masih kecil banget dan akarnya masih secuil doang. Tapi ya soalnya anak kecil ini udah lama gak numbuh2 jadi gue merasa nothing to lose haha. Oia di foto ini gue juga sengaja naro anaknya yang dulu disampingnya, keliatan banget kan kalo anaknya nih cepet banget gedenya..

Baiklah segitu aja update kali ini. Harapannya ibu pohon pisang ini bisa numbuh lebih cepet ke depannya karena udah di tanah baru. Walaupun mungkin gak bakal bisa secepat si anak gede dalam 3 bulan terakhir karena sekarang udah bulan Oktober menuju musim dingin! Yah paling gak tanahnya udah baru dan si ibu pohon pisang paling gak bisa selamat ngelewatin musim dingin, semoga saja!

/ Ev /


Leave a comment